Bank Garansi

Asuransi(Surety Bond)
Oktober 14, 2020
parallax background

Bank Garansi (Bank Guarantee)

Adapun Ruang lingkup Jaminan Bank Garansi sebagai berikut :

1. Jaminan Penawaran (Bid Bond/Tender Bond)

Yaitu Jaminan yang diperlukan oleh Kontraktor/Jasa Pengadaan/Konsultan (Principal) yang mana bila yang bersangkutan akan mengikuti suatu Tender/lelang di suatu proyek baik, baik proyek itu dari dana Insatansi Pemerintahan, Dana bantuan dari Luar Negeri maupun dari dana Swasta.

Sedangkan Fungsi atau kegunaan dari Jaminan Penawaran (Bid Bond/Tender Bond) ini di maksud agar Principal yang mengikuti Lelang/Tender benar-benar bertanggung jawab terhadap Penawaran yang telah di ajukan oleh si Principal terhadap Penerima Jaminan Tersebut. Sedangkan besarnya jaminan Penawaran tersebut menurut Keppres No. 18 tahun 2000 itu berkisar antar 1% - 3% dari harga Penawaran Principal atau Harga dari acuan Penerima Jaminan (Obligee). Sedangkan untuk masa berlaku Jaminan / Jangka waktu jaminan berkisar antar 1 s/d 6 bulan, itupun tergantung dari setiap permintaan dari para pemnerima jaminan (obligee) atau sesuai dengan persyaratan-persyaratan tender tersebut.

2. Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond)

  • Untuk jenis ini adalah lanjutan dari Jaminan Penawaran, yang mana bila Jaminan Pelaksanaan tersebut si Principal telah dinyatakan sebagai Pemenang tender/lelang atau Jaminan yang dipersyaratkan oleh si pemberi Jaminan (obligee) terhadap Peserta lelang/ Penawar/tender (Principal) yang telah ditunjuk sebagai pemenang proyek atau pemenang Tender untuk menangani Proyek tersebut.
  • Jaminan Pelaksanaan ini diperlukan untuk menjaminan pelaksanaan proyek baik itu dari Dana milik Pemerintahan, Proyek dari dana bantuan Luar Negeri maupun proyek dari Pihak Swasta.
  • Maupun untuk besarnya Nilai Jaminan Pelaksanaan ini, Nilai Jaminan pelakasanaan disesuaikan dengan keinginan dari Penerima Jmainan (Obligee), untuk besaran Nilai Jaminan ini berdasarkan pada Keppres bearnya itu antara 5% -10% dari Nilai Proyrk /Kontrak.
  • Untuk Masa Berlaku Jaminan atau Jangka Waktu Pelaksanaan tersebut, Jaminan Pelaksanaan akan dimulai sejak tanggal penandatanganan Surat Perintah Kerja (SPK) atau surat sebagai Pememang Lelang/Tender dan berakhirnya jaminan sesuai dengan kontrak atau yang telak di sepakati di dalam kontrak tersebut.

3. Jaminan Uang Muka (Advance Payment bond)

  • Untuk Jenis Jaminan Ini, Jaminan yang di persyaratkan oleh obligee terhadap Principal atas pemberian Uang Muka dari Proyek tersebut yang telah diberikan, Jaminan Uang Muka ini diperlukan oleh Prinncipal baik untuk proyek Pemerintahmaupun Proyek swasta yang dalam kontraknya telah mengatur adanya pemberian Uang Muka (Advance Payment Bond) kepada Principal
  • Jaminan ini sangat berfungsi apabila Principal mengalami kegagalan (default) di dalam memenuhi kewajibannya di dalam melaksanaan pekerjaan sesuai/menurut kontrak, maka Principal tersebut wajib melunasi sisa uang muka yang belum dikembalikan kepada Obligee.
  • Bila mana Principal tidak dapat/bisa mengembalikan maka Penjamin (Surety/Bank)sebagai Penjamin akan membayar ganti rugi kepada Pemberi Proyek (Obligee) sebesar sisa uang muka yang belum dikembalikan serta dikurangi prestasi kerja si Principal yang belum dibayar.
  • Besarnya Jaminan Uang Pembayar Muka yang diterbitkan itu biasanya berkisar antara 20% - 30% dari Nalai Proyek, sedangkan untuk Masa berlakunya Jaminan tresebut adalah sejak ditandatangani kontrak sampai dengan berakhir dimana pekerjaan sudah harus selesai dilaksanakan oleh Principal, yang ditetapkan didalam kontrak tersebut.
  • Untuk Jenis Jaminan Uang Muka, di kenakan collateral 10-20% dari nilai Jaminan Uang Muka tersebut.

4. Jaminan Pemeliharaan (Maintenan Bond)

  • Yang dimaksud dengan Jaminan Pemeliharaan (Maintenance Bond) adalah Jaminan yang disyaratkan oleh Pemberi Pekerjanaan (obligee) terhadap Penerima Pekerjaan (Principal) atas Pemeliharaan pekerjaan untuk Proyek yang telah diselesaikan.
  • Jenis Jaminan ini diperluka untuk Proyek Pemerintah maupun Proyek Swasta yang telah ada didalam Kontraknya, yang mana mengatur mengenai masa berlalu Pemeliharaan Pekerjaan atas kerusakan yang tearjadi didalam masa pemeliharaan(setelah pekerjaan diserah terimakan kepada Obligee)
  • Dimana setiap Nilai Jaminan Pemeliharaan berbeda pada tiap kontrak akan tetapi pada umumnya pada umumnya semua itu berdasarkan pada Keppres yang telah di tetapka adalah berkisar antara 5% - 10% dari Nilai Kontrak.
  • Untuk Masa berlaku Jaminan Pemeliharaan hampir sama dengan Jaminan Pelaksanaan, disesuaikan dengan masa pemeliharan yang ditetapkan didalam kontrak.

Jenis-Jenis produk bank garansi umum lainnya:

  1. KONTRA BANK GARANSI SURAT PERINTAH PENCAIRAN DANA (SP2D)
    • Merupakan jaminan dari surety/perusahaan asuransi terhadap jaminan SP2D yang diterbitkan oleh bank atas pembayaran sisa pekerjaan pada akhir tahun anggaran tahun berjalan. Dimana fungsi jaminan SP2D untuk memastikan bahwa sisa pekerjaan yang telah dibayar lunas pada akhir tahun anggaran oleh KPPN selaku Kuasa Bendahara Umum Negara dapat dipastikan selesai pada waktunya (sesuai kontrak). Jaminan SP2D berlaku untuk proyek-proyek pemerintah yang dibiayai oleh APBN.

    • SP2D atau Surat Perintah Pencairan Dana merupakan fasilitas pembayaran yang diberikan kepada kontraktor atas proyek pemerintah yang sampai dengan akhir tahun anggaran pekerjaanya belum selesai. Fasilitas SP2D ini memberikan kemudahan bagi KPPN untuk melakukan sisa pembayaran terkait progres pekerjaan proyek kepada kontraktor untuk menghindari kesulitan pembayaran karena bergantinya tahun anggaran.

    • Obligee dalam penutupan Kontra Bank Garansi SP2D ini adalah Satuan Kerja (Satker) atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan principal adalah Kontraktor. Bank Garansi diterbitkan oleh Bank persepsi yang ditunjuk KPPN.
    • Pertimbangan underwriting atas exposure risiko Kontra Bank Garansi SP2D ini, utamanya pada progress proyek terakhir dengan mengacu pada periode kontrak. Nilai jaminan Kontra SP2D ini dapat mencapai 30% dari nilai kontrak.

    2. SKBDN

    SKBDN adalah Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri atau lazim dikenal sebagai “Letter of Credit” (L/C) dalam dalam negeri adalah setiap janji tertulis berdasarkan permintaan tertulis pemohon (applicant) yang mengikat bank pembuka (issuing bank) untuk :

    1. Melakukan pembayaran kepada penerima atau ordernya, atau mengaksep dan membayar wesel yang ditarik oleh penerima.
    2. Memberi kuasa kepada bank lain untuk melakukan pembayaran kepada penerima atau ordernya, atau mengaksep dan membayar wesel yang ditarik oleh penerima, atau
    3. Memberik kuasa kepada bank lain untuk menegosiasi wesel yang ditarik oleh penerima atas penyerahan dokumen, sepanjang persyaratan dan kondisi Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri dipenuhi.

    Dengan demikian dapat dikatakan bank sebagai lembaga perantara telah mengikatkan diri dalam perjanjian untuk melakukan kewajiban-kewajibannya berkaitan dengan transaksi perdagangan pihak ketiga.

    Bank penerbit wajib membayar, mengaksep serta dapat memberikan kuasa kepada bank lain untuk mengaksep maupun untuk melakukan negosiasi wesel.

    3. SBLC/LC

    Letter of Credit (SBLC) adalah jaminan pembayaran yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga keuangan melalui pesan SWIFT MT760, dan digunakan sebagai pembayaran untuk klien jika pemohon gagal bayar.

    SBLC dapat digunakan dalam berbagai transaksi keuangan dan komersial. Mereka sangat mirip dengan Documentary Letter of Credits (DLC) namun berbeda dengan Standby Letter of Credit (SBLC) yang hanya dapat digunakan jika pemohon gagal bayar.

    Dalam hal ini, penerima manfaat SBLC dapat melakukan undian dan permintaan pembayaran.

    Surat Kredit Standby mensyaratkan penyajian dokumen spesifik yang disepakati dalam syarat dan kondisi SBLC.

    Tanpa dokumen spesifik, pembayaran tidak bisa dilakukan.

    SBLC melindungi penjual / eksportir dengan membayarnya, dan melindungi pembeli / eksportir jika penjual tidak pernah mengirim barang yang dipesan, mengirimnya rusak, atau mengirimkan barang-barang yang tidak disepakati dalam kontrak.

    SBLC adalah instrumen keuangan yang sangat fleksibel yang menjadikannya pilihan terbaik untuk berbagai transaksi keuangan.

C A L L